Sasaran Kemendikbud Dalam Program Prioritas Merdeka Belajar 2021

Pada tahun 2021 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melanjutkan program Merdeka Belajar untuk memastikan anak-anak bersekolah, mendapatkan pendidikan yang berkualitas, serta adanya keadilan sosial atau pemerataan dalam mendapatkan akses pendidikan berkualitas tersebut. Diharapkan, seluruh pemangku kepentingan pendidikan (termasuk siswa) menjadi agen perubahan serta memberikan pengaruh dan dukungan sepenuhnya.

oie_191283154GysptC.jpg

Sasaran atau tujuan mengacu pada:

1. "Sekolahkan Anak Indonesia" dengan angka partisipasi tinggi (>95% pendidikan dasar & menengah, >70% jenjang pendidikan tinggi).

2. "Dorong Pembelajaran Siswa" dengan hasil belajar berkualitas (memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan, hasil penelitian berkualitas tinggi, dan >90% tingkat penempatan kerja).

3. "Tidak Ada Anak yang Tertinggal" dengan distribusi yang merata (baik secara geografis maupun status ekonomi).

 

Hal ini dapat dicapai melalui perbaikan pada:

1. Infrastruktur dan Teknologi 

  • Platform pendidikan nasional berbasis teknologi
  • Infrastruktur sekolah/kelas masa depan

2. Kebijakan, Prosedur, dan Pendanaan

  • Kontribusi eksternal (pemerintah dan swasta)
  • Mekanisme akreditasi
  • Pembelajaan anggaran pendidikan yang efektif dan akuntabel
  • Otonomi satuan pendidikan

3. Kepemimpinan, Masyarakat, dan Budaya

  • Kompetensi guru, kepala sekolah, dan pemerintah daerah
  • Kolaborasi dan pembinaan (lokal dan global) antara guru, satuan pendidikan dan industri
  • Otonomi satuan pendidikan

4. Kurikulum, Pedadogi, dan Asesmen

  • Kurikulum dan Asesmen nasional
  • Otonomi satuan pendidikan

 

Anggaran Pendidikan 2021

Postur Anggaran Pendidikan Tahun Anggaran 2021 naik sebesar 20% menjadi Rp550 Triliun, dengan rincian:

  1. Pengeluaran Pembiayaan Rp66,4 Triliun (12,1%)
  2.  Kemendikbud Rp81,5 Triliun (14,8%)
  3. Kemenang Rp55,8 Triliun (10,2%)
  4. K/L lainnya Rp23,1 Triliun (4,2%)
  5. BA BUN Rp24,01 Triliun (4,4%)
  6. Transfer Daerah Rp299,1 Triliun (54,4%), dengan rincian :
  • Dana Alokasi Sekolah sebesar Rp156,58 Triliun
  • Dana Alokasi Khusus Non Fisik Rp116,79 Triliun
  • Dana Alokasi Khusus Fisik Rp18,33 Trilian
  • Dana Alokasi Khusus Otsus Rp5,99 Triliun
  • Dana Intensif Daerah Rp1,35 Triliun

 

Prioritas Merdeka Belajar 2021

A. Pembiayaan Pendidikan
  • KIP Kuliah (termasuk ADIK) - KIP-K: 1095 mahasiswa, ADIK: 7382 orang
  • Tunjangan Profesi Guru - 363 ribu guru
  • PIP/KIP-Sekolah - 17,9 juta siswa
  • Layanan Khusus Pendidikan Masyarakat dan Kebencanaan - 42.896 sekolah
  • Pembinaan SILN & Bantuan Pemerintah - 13 sekolah/2236 lembaga

 

B. Digitalisasi Sekolah dan Medium Pembelajaran
  • Penguatan platform digital - 4 sistem
  • Layanan terpadu Kemendikbud, Kehumasan, dan Media - 8 layanan/laporan
  • Bahan ajar dan model media pendidikan digital - 345 model
  • Penyediaan sarana pendidikan (APE dan TIK) - 16.844 sekolah

 

C. Pembinaan Peserta Didik, Prestasi, Talenta, dan Penguatan Karakter
  • Pendampingan, advokasi, dan sosialisasi penguatan karakter - 3 layanan
  • Peningkatan prestasi dan manajemen talenta - 13.505 pelajar/1 layanan
  • Pembinaan peserta didik - 548 Pemda

 

D. Sekolah Penggerak & Guru Penggerak
  • Pendidikan guru penggerak - 19.624 orang
  • Sertifikasi guru dan tenaga pendidikan - 10.000 orang
  • Rekrutmen Guru P3K (termasuk Formasi CPNS tetap ada) - 548 Pemda
  • Penjaminan mutu dan sekolah penggerak - 548 Pemda
  • Organisasi penggerak - 20.438 orang Guru

 

E. Peningkatan Kualitas Kurikulum & Asesmen Nasional
  • Asesmen dan pembelajaran - 18.222 model/ 9 kajian/ 271.523 satuan pendidikan
  • Pengembangan kurikulum dan perbukuan - 4515 model
  • Akreditasi dan SNP - 94.912 lembaga
  • Pelatihan kurikulum baru untuk GTK - 62.948 orang
  • Sosialisasi pendampingan implementasi kurikulum dan asesmen - 428.957 sekolah

 

F. Revitalisasi Pendidikan Vokasi
  • Penguatan SMK dengan revitasi SMK (CoE), SMK Berbasik Industri 4.0 (Major Project) - 900 SMK
  • Penguatan PT Vokasi dan Profesi, dengan :
  1. Program Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi - 200 Prodi
  2. Sertifikasi kompetensi - 300 Dosen
  3. Penguatan pendidikan PNBP/BLU - 75 PT, Rp742,62 Miliar
  4. Penguatan Sarpas SBSN 8 Pergutuan Tinggi - Rp596,358 Miliar
  • Dukungan dan percepatan Link and Match, serta Kemitraan dengan DUDI - 5690 orang, 250 DUDI
  • Dukungan pencapaian IKU PTN Vokasi (BOPTN) - 47 PTN
  • Program kursus dan pelatihan dengan pendidikan kecakapan kerja, pendidikan kecakapan kewirausahaan - 66.676 orang

 

G. Kampus Merdeka
  • Dukungan pencapaian IKU PTN (BOPTN) - 75 PTN
  • Peningkatan kelembagaan Pendidikan Tinggi, melalui PNBP/BLU 75 PTN, Layanan Sarpras PHLN 15, Layanan Sarpras SBSN 11 PTN, Tracer Study 500.000 orang, SBMPTN/SNMPTN
  • Competitive Fund & Matching Fund - PTN/PTS
  • Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) - 21.404 orang
  • Peningkatan Kualitas Pembelajaran & Kemahasiswaan - 50 ribu mahasiswa berwirausaha, 400 ribu mahasiswa Kampus Merdeka, 660 Prodi Inovasi pembelajaran digital
  • Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi - KNB 528 orang, WCU 13 Perguruan Tinggi

 

H. Pemajuan Kebudayaan dan Bahasa
  • Event dan program publik - 619.515 orang, 450 layanan, 352 kegiatan, 1 platform
  • Pengelolaan cagar budaya dan warisan budaya takbenda - 72.305 unit
  • Penguatan desa dan fasilitasi bidang kebudayaan - 359 desa/260 kelompok masyarakat
  • Pelaksanaan tugas teknis pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra di daerah - 21.132 Penutur Bahasa, 30 Model Pelindungan Bahasa, 30 Model Pelindungan Sastra
  • Pengembangan dan perlindungan bahasa dan sastra - BIPA 200 lembaga, 30 model perlindungan bahasa dan sastra
  • Pembinaan bahasa dan sastra - 4117 penutur bahasa terbina
  • Layanan kepercayaan dan masyarakat adat - 1031 orang/ 35 wilayah adat
  • Apresiasi dan peningkatan SDM dan lembaga kebudayaan - 5225 orang/ 994 satuan pendidikan

 

Sumber :