Kampus Merdeka 2021

Kebijakan Pendidikan Tinggi Untuk Sumber Daya Manusia Unggul

Nizam (Dirjen Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI)

 

Kebijakan Kampus Merdeka Belajar merupakan upaya kementerian untuk menjadikan perguruan tinggi agile, artinya mampu beradaptasi dengan kebutuhan masa depan yang sangat dinamis. Perguruan Tinggi didorong untuk dapat bisa bergerak lebih cepat agar dapat bersaing di tingkat global, utamanya dapat menyiapkan sumber daya unggul yang menjadi kata kunci untuk kemajuan pembangunan Indonesia.

oie_12330265X0OZlXG.jpg

 

Setiap tahun 1,7 juta sarjana baru. Karenanya, harapan mereka akan lapangan pekerjaan sangat tinggi. Bagaimana mutu mahasiswa dapat ditingkatkan oleh kampus menjadi satu faktor penting kemajuan dan pembangunan Indonesia. Mahasiswa harus disiapkan menjadi produktif mengembangkan dirinya dan bisa fit di dalam lingkungan pekerjaan maupun lapangan pekerjaan baru karena dunia kerja berubah sangat cepat, maka dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Hal ini dapat membuka potensi mahasiswa untuk fit atau berorientasi masa depan.

Jumlah lulusan PTN & PTS tiap tahun meningkat, peningkatan ini juga berhubungan dengan transformasi Pendidikan Tinggi. Sayangnya hal ini belum diimbangi oleh peningkatan mutu institusi. Menurut data, jumlah Angka Partisipasi Kasar sarjana baru meningkat 11% dari tahun 2015 hingga 2018. Akreditasi Perguruan Tinggi pun mengalami perubahan:

  1. Akreditasi C tahun 2015 dari 68% menjadi 57% di 2018
  2. Akreditasi B tahun 2015 dari 29% menjadi 38% di 2018
  3. Akreditasi A tahun 2015 3% menjadi 5% di 2018

Namun, pendanaan Perguruan Tinggi Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain. Di tahun 2020, rata-rata pengeluaran pendidikan per lulusan di Indonesia adalah 28 juta. Di tahun 2021, Kemendikbud akan meningkatkan total anggaran yang akan disalurkan kepada PTN dan PTS sebesar 70% dari 2,9 Triliun di 2020 menjadi 4,95 Triliun di 2021. Peningkatan pendanaan tersebut menyasar 3 tujuan utama:

  1. Lulusan lebih mudah dapat pekerjaan dan penghasilan layak
  2. Dosen lebih mengerti kebutuhan masyarakat dan industri
  3. Kurikulum lebih mendorong keterampilan kolaborasi pemecahan masalah

Kampus Merdeka mengubah kompetensi prescriptive menjadi self-directed dan flexible yang membuat mahasiswa dapat mengambil 1 semester (20 SKS) prodi lain dan 2 semester (40 SKS) di luar kampus. Hal ini dilandaskan pada:

  1. Setiap mahasiswa memiliki passion, cita-cita, dan tujuan hidup yang berbeda.
  2. Merdeka memilih dan mengembangkan kompetensinya melalui fleksibilitas peta jalan pencapaian kompetensi (self-directed--guided/informed).

Emancipated - Experiential Learning (8 Kegiatan Kampus Merdeka):

  1. Pertukaran mahasiswa
  2. Magang
  3. Mengajar di sekolah
  4. Penelitian
  5. Proyek kemanusiaan
  6. Kewiraan
  7. Proyek mandiri
  8. Membangun desa

Tujuannya, hard skill lebih terasah sesuai kebutuhan di kehidupan nyata dan soft skill lebih terasah karena berinteraksi langsung dengan orang yang ahli di bidangnya, juga menghadapi langsung masalah-masalah yang ada. Kemudian, life skill juga dapat terasah karena menghadapi masalah langsung yang ada di kehidupan, network, experience dan portofolio juga dapat didapatkan. Hal ini diharapkan akan membangun SDM unggul Indonesia.

Indikator Kinerja Utama (IKU) akan menjadi landasan transformasi Pendidikan Tinggi:

Kualitas Lulusan

  1. Lulusan mendapat pekerjaan yang layak dengan pekerjaan dengan upah diatas UMR, menjadi wirausaha, atau melanjutkan studi.
  2. Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus dengan magang, proyek desa, mengajar, riset, berwirausaha, pertukaran pelajar.

Kualitas Dosen & Pengajar

  1. Dosen berkegiatan di luar kampus dengan mencari pengalaman industri atau berkegiatan di kampus lain.
  2. Praktisi mengajar di dalam kampus dengan merekrut dosen dengan pengalaman industri.
  3. Hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional dengan hasil riset dan pengabdian yang dimanfaatkan.

Kualitas Kurikulum

  1. Program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, dalam kurikulum, magang dan penyerapan lulusan.
  2. Kelas yang kolaborasi partisipatif dengan evaluasi berbasis proyek kelompok atau metode studi kasus.
  3. Program studi berstandar internasional dengan memperoleh akreditasi tingkat internasional.

Transformasi dana pemerintah untuk Perguruan Tinggi:

1. Insentif berdasarkan capaian IKU (untuk PTN) - sebesar 500 Miliar (dikti.kemdikbud.go.id/iku)
2. Dana Penyeimbangan Kontribusi (Matching Fund) kerjasama dengan mitra (untuk PTN & PTS) - sebesar 250 Miliar (kedaireka.id)

Perguruan Tinggi dapat menggandeng industri/mitra untuk mendukung inovasi Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat). Dengan berinvestasi/berkontribusi di Perguruan Tinggi maka pemerintah memberikan dana ini. Selain itu, kontribusi mitra untuk riset mendapatkan super tax deduction (pengurangan pendapatan bruto) sebesar 300% dari biaya yang dikeluarkan. 

Contoh Program: mesin berbahan bakar biodiesel dan biogas yang merupakan inovasi Perguruan Tinggi diproduksi massal oleh mitra industri.

Ketentuan:

  • Rasio pendanaan (Kontribusi Mitra : Pemerintah) dengan topik umum (1:1), sedangkan topik khusus seperti isu sosial dan isu  prioritas nasional maksima (1:3).
  • Pendanaan dari mitra berbentuk uang tunai dan In-Kinds (nilai kontribusi harus diukur secara akurat).
  • Terbuka untuk PTN dan PTS.

Pendanaan ini akan diprioritaskan untuk kemitraan yang memiliki dampak terbesar terhadap 8 IKU.

3. Dana Kompetisi (Competitive Fund) Program kompetisi kampus merdeka (untuk PTN & PTS) - sebesar 500 Miliar (pkkmdikti.kemdikbud.go.id)

Tujuan:

  • Mewujudkan aspirasi masing-masing Perguruan Tinggi (mission differentiation).
  • Mendorong potensi capaian 8 IKU, tanpa bergantung kepada diferensiasi mini perguruan tinggi tersebut (mission-agnostic).

Contoh Program: program kemanusiaan 1 semester yang berkolaborasi dengan organisasi sosial top dunia.

Terbagi atas 3 liga, yaitu:

  • Perguruan Tinggi Berdaya Saing - PTN dan PTS dengan >18.000 mahasiswa aktif
  • Perguruan Tinggi Berkembang - PTN dan PTS dengan 5.001-18.000 mahasiswa aktif
  • Perguruan Tinggi Binaan - PTN dan PTS dengan 1.000-5.000 mahasiswa aktif

Proses seleksi:

  • Pengusulan proposal dalam bentuk elektronik ke pkkmdikti.kemdikbud.go.id
  • Evaluasi administratif
  • Evaluasi dokumen proposal secara independent oleh 3 anggota reviewer yaitu 2 Dikti dan 1 IDUKA
  • Verifikasi kelayakan dengan kunjungan secara luring atau daring
  • Penetapan pemenang oleh PPK dan disahkan oleh KPA

Alokasi dana diprioritaskan bedasarkan kriteria yaitu 50% kesesuaian dan kelayakan program untuk mencapai 8 IKU, 25% tingkat inovasi dalam menghadapi tantangan masa depan (future orientation), dan 25% rekam jejak instistusi dan/atau mitra dalam program peningkatan kualitas akademik dan IKU.

Deadline seleksi pendanaan:
  • Pengumpulan proposal maksimal 4 Februari 2021
  • Penilaian proposal Februari - Maret 2021
  • Pengumuman & implentasi April 2021
4. Kampus Merdeka
 
 

Sumber: